Semua
anak senang bermain, tetapi melakukan kegiatan bermain tidak dengan cara yang
sama. Ada anak yang suka bermain aktif adapula yang lebih menyukai bermain
pasif. Demikianpula dengan jenis alat permainan yang dipilih anak akan berbeda
antara satu anak dengan anak lainnya.
Menurut
Elizabeth Hurlock, jika diamati secara cermat, ada berbagai variasi kegiatan
bermain yang dilakukan anak, dan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor sebagai
berikut :
a.
Kesehatan
Anak yang sehat
cenderung akan memilih berbagai jenis kegiatan bermain aktif daripada pasif,
karena banyaknya energi yang dimiliki anak, membuatnya lebihaktif dan ingin
menyalurkan energinya tersebut. Sementara anak yang kurang sehat akan mudah
lelah ketika bermain sehingga lebih menyukai bermain pasif karena tidak
membutuhkan banyak energi.
b.
Perkembangan Motorik
Kegiatan bermain
aktif lebih banyak menggunakan keterampilan motorik terutama motorik kasar.
Sedangkan bermain pasif kurang melibatkan keterampilan dan koordinasi motorik.
Dengan demikian anak yang memiliki keterampilan motorik yang baik akan lebih
banyak memilih kegiatan bermain aktif dan begitu pula sebaliknya anak yang
kurang terampil motoriknya cenderung memilih kegiatan bermain yang pasif.
c.
Inteligensi
Anak yang memiliki
inteligensi yang baik (pandai/cerdas) cenderung akan menyukai baik kegiatan
bermain aktif maupun pasif. Karena biasanya anak yang pandai akan lebih aktif
daripada anak yang tidak pandai. Anak yang pandai juga akan lebih kreatif dan
penuh rasa ingintahu, sehingga mereka suka dengan permainan yang membutuhkan
kemampuan problem solving (misal puzzle) melibatkan daya fantasi dan imajinasi
(drama), permainan konstruktif (lego, balok) juga permainan membaca buku, dan
musik
d.
Jenis kelamin
Beberapa penelitian
menunjukkan bahwa terdapat kecenderungan perbedaan antara anak laki-laki dan
anak perempuan dalam memilih kegiatan bermain. Perbedaan ini terjadi karena
secara alamiah dan ditentukan secara genetik. Tetapi juga dapat muncul juga
karena adanya perbedaan perlakuan yang diterima oleh anak laki-laki dan anak
permpuan sejak mereka bayi.
Anak laki-laki
cenderung menyukai kegiatan bermain aktif tetapi anak perempuan menyukai
permainan konstruktif dan permainan lainnya yang bersifat ‘tenang’. Berbagai
kecenderungan ini bersifat umum dan belum tentu terjadi pada setiap anak,
karena pasti akan terjadi perbedaan-perbedaan pada setiap individu mengingat
manusia adalah mahluk yang unik.
e.
Lingkungan dan taraf sosial ekonomi
Lingkungan dan taraf
sosial ekonomi akan mempengaruhi jenis kegiatan bermain dan alat permainan yang
digunakan oleh anak. Anak kota dengan anak desa menggunakan alat permainan yang
berbeda , misal anak kota biasa bermain dengan mobil-mobilan bertenaga baterai,
komputer dan video games, sedangkan anak desa bermain dengan mobil-mobilan yang
terbuat dari kulit jeruk bali, serta bermain dengan daun, ranting kayu, kerikil
dan bahan alam lainnya.
f.
Alat permainan
Ketersediaan berbagai
alat permainan yang dimiliki anak mempengaruhi jenis kegiatan bermain. Perlu
kiranya disediakan berbagai variasi alat permainan anak sehingga memungkinkan
anak untuk bermain dengan berbagai cara dan jenis permainan. Hal ini akan
berdampak positif bagi semua aspek perkembangannya.
0 Response to "Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Bermain Anak Usia Dini"
Post a Comment