Masa
kanak-kanak sering disebut sebagai “Masa Bermain”. Pada masa ini anak sangat
menyukai permainan yang menggunakan alat permainan. Sejalan dengan pertambahan
usianya, anak secara perlahan-lahan akan meninggalkan permainan
Fungsi
dan manfaat bermain meliputi seluruh aspek perkembangan anak seperti diuraikan
berikut :
1.
Perkembangan
Bahasa
Aktivitas bermain
adalah ibarat laboratorium bahasa anak, yaitu memperkaya perbendaharaan kata
anak dan melatih kemampuan berkomunikasi anak.
2.
Perkembangan
Moral
Bermain membantu anak
untuk belajar bersikap jujur, menerima kekalahan, menjadi pemimpin yang baik,
bertenggang rasa dan sebagainya.
3.
Perkembangan
Sosial
Bermain bersama teman
melatih anak untuk belajar membina hubungan dengan sesamanya. Anak belajar
mengalah, memberi, menerima, tolong menolong dan berlatih sikap sosial lainnya.
yang menggunakan alat permainan. Anak akan beranjak menuju permainan yang tidak
menggunakan mainan, namun ia tetap berada pada masa bermain dan menyukai
kegiatan yang bersifat bermain. Dengan demikian kegiatan bermain anak akan
melalui tahap-tahap perkembangan yang berbeda sejalan dengan usianya.
Tahap-tahap
perkembangan bermain anak usia dini, menurut Mildred Parten melalui 6 tahap
yaitu ;
1.
Unoccupied Behavior / Gerakan Kosong
Anak sepertinya
belaummelakukankegiatanbermain, hanya mengamati sesuatu sejenak saja. Misalnya
bayi mengamati jari tanganatau kakinya sendiri dan menggerakannya tanpa tujuan.
2.
Onlocker Behaviour/Tingkah laku pengamat
Anak memperhatikan
anak yang lain yang sedang melakukan suatu kegiatan atau sedang bermain.
Misalnya seorang anak yang memperhatikan temannya sedang bermain petak umpat,
tanap ia ikut bermain tetapi ia turut merasa senang seolah ia ikut bermain.
3.
Solitary Play / Bermain Soliter
Anak bermain sendiri
mencari kesibukan sendiri, tanpa perduli dengan orang lain/ teman lain yang ada
disekitarnya.
4.
Parraley Play /Bermain Paralel
Anak melakukan
kegiatan bermain di antara anak yang lain tanpa ada unsur saling mempengaruhi.
Misalnya anak bermain puzzle dan anak lain juga bermain puzzle, mereka ada
bersama tetapi tidak saling mempengaruhi.
5.
Associative Play / Bermain Asosiatif
Anak melakukan
kegiatan bermain bersama anak lain tetapi belum ada pemusatan tujuan bermain.
Misalnya beberapa anak bermain menepuk-nepuk air di kolam bersama-sama.
6.
Cooperative Play / Bermain Koperatif
Anak melakukan
kegiatan bermain bersama-sama dengan teman secara terorganisasi dan saling
bekerja sama, ada tujuan yang ingin dicapai bersama dan ada pembagian tugas
yang disepakati bersama. Misalnya bermain rumah-rumahan ada yang jadi bapak,
ibu dan anak, masing-masing memiliki tugas. Anak membuat rumah-rumahan tersebut
dengan kain atau balok-balok dan bermain peran dengan boneka.
Tahap
perkembangan bermain yang dikemukakan oleh Mildred Parten ini lebihmenekankan
pada aspek sosialisasi anak dalam bermain. Artinya, bahwa kegiatanbermain
merupakan gambaran proses sosialisasi yang dilalui anak sejak lahir, masabayi,
masa kanak-kanak dan masa anak pra sekolah hingga masa anak sekolah kelasawal.
Selanjutnya Jean Piaget mengemukanan tahap perkembangan bermain anak yang lebih
menekankan pada aspek perkembangan intelektual anak.
0 Response to "Tahapan Perkembangan Bermain Anak Usia Dini "
Post a Comment