Contoh Sikap / Perbuatan Yang Dapat disebut Belajar Atau Tidak

Beberapa Perbuatan yang Dapat Disebut Belajar.

1.   Mendengar

Dalam kehidupan sehari-hari, kita bergaul dengan orang lain. Dalam pergaulan itu terjadi komunikasi verbal berupa percakapan. Percakapan memberi situasi sendiri bagi orang-orang yang terlibat atau tidak teribat tetapi secara tidak langsung mendengar informasi. Situasi ini memberi kesempatan kepada seseorang untuk belajar. Seseorang menjadi belajar atau tidak dalam situasi ini, tergantung ada tidaknya kebutuhan, motivasi, dan setting belajar pada seseorang itu. Dengan adanya kondisi pribadi seperti itu, memungkinkan seseorang tidak hanya mendengar, melainkan mendengarkan secara aktif dan bertujuan. Dan dengan demikian, barulah terjadi proses belajar pada seseorang itu.

2.   Memandang

Setiap stimulus visual memberi kesempatan bagi seseorang untuk belajar. Dalam kehidupan sehari-hari banyak hal yang dapat kita pandang, akan tetapi tidak semua pandangan atau penglihatan kita adalah belajar. Meskipun pandangan kita tertuju pada suatu objek visual, apabila dalam diri kita tidak terdapat kebutuhan, motivasi dan setting  tertentu untuk mencapai suatu tujuan, maka pandangan yang demikian tidak termasuk belajar.

3.   Meraba, mencium, mencicipi atau mencecap

Meraba, mencium, dan mencecap adalah aktivitas sensoris seperti halnya mendengarkan dan memandang. Aktivitas meraba, mencium, ataupun mencecap dapat dikatakan belajar, apabila aktivitas-aktivitas itu didorong oleh kebutuhan, motivasi untuk mencapai tujuan dengan menggunakan set tertentu untuk memperoleh perubahan tingkah laku.

4.   Menulis atau Mencatat

Tidak setiap aktivitas mencatat adalah belajar. Aktivitas mencatat yang bersifat menurun, menjiplak atau mengkopi adalah tidak dapat dikatakan sebagai aktivitas belajar. Mencatat yang termasuk belajar yaitu apabila dalam mencatat itu orang menyadari kebutuhan serta tujuannya, serta menggunakan set tertentu agar catatan itu nantinya berguna bagi pencapaian tujuan belajar. Mencatat yang menggunakan set tertentu akan dapat dipergunakan sewaktu-waktu tanpa adanya kesulitan.

5.   Membaca

Membaca juga memberikan kemunkinan terjadinya proses belajar pada seseorang, namun tidak semua membaca memeberikan pengalaman belajar. Membaca baru memberikan pengalaman belajar, jika berorientasi pada kebutuhan dan tujuan. Dengan berorientasi kepada tujuan dan kebutuhan itu, kita membaca dengan penuh kesadaran dan perhatian, kita tentukan materi yang kita pelajari, kita membuat catatan-catatan materi yang kita butuhkan atau menggarisbawahi dan sebagainya.

6.   Mengingat

Mengingat dengan maksud agar ingat tentang sesuatu, belum termasuk dalam aktivitas belajar. Mengingat yang didasari atas kebutuhan serta kesadaran untuk mencapai tujuan belajar lebih lanjut adalah termasuk aktivitas belajar, apalagi jika mengingat itu berhubungan dengan aktivitas-aktivitas belajar lainnya.

7.   Berfikir

Berfikir adalah termasuk aktivitas belajar. Dengan berfikir orang memperoleh penemuan atau pengetahuan baru, yang semula belum diketahuinya.

8.   Latihan atau Praktik

Latihan atau praktik adalah termasuk aktivitas yang memberikan pengalaman belajar. Orang yang melaksanakan kegiatan berlatih tentunya sudah mempunyai dorongan untuk mencapai tujuan tertentu yang dapat mengembangkan sesuatu aspek pada dirinya. Hasil dari latihan atau praktik itu sendiri akan berupa pengalaman yang dapat mengubah diri subjek serta mengubah persepsi tentang lingkungannya.

0 Response to "Contoh Sikap / Perbuatan Yang Dapat disebut Belajar Atau Tidak"

Post a Comment